Tampilkan postingan dengan label Kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kampus. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Agustus 2016

Resume Buku Amal Jama’i



“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeri pada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104).

Ikhtiar perseorangan dengan cara sendiri tidak akan mampu memikul segala tugas dan tanggung jawab dakwah dan tidak akan berdaya melaksanakan segala tuntutan perjuangan dakwah dalam rangka memberantas segala kejahatan yang ada di muka bumi dan menghancurkan akar-akar jahiliyyah.

Amal Jama’i adalah kegiatan yang merupakan produk suatu keputusan jama’ah yang selaras dengan manhaj (sistem) yang telah ditentukan bersama, bertujuan untuk mencapai tujuan tertentu.

Amal jama’i memiliki ciri-ciri :
  1. Aktivis yang akan dijalankan harus bersumber dari keputusan atau persetujuan jama’ah. 
  2. Jama’ah yang dimaksudkan, harus mempunyai Anggaran Dasar dan pengurusan yang tersusun rapi.
  3. Setiap tindakan dan akivitasnya harus sesuai dengan dasar dan strategi atau pendekatan yang telah digariskan oleh jama’ah. 
  4. Seluruh tindakannya harus bertujuan untuk mencapai cita-cita yang telah ditetapkan bersama. 
Syarat mutlak bagi organisasi yang bergerak dalam aktivitas islami adalah harus mempunyai sistem organisasi yang lengkap dan kepemimpinan yang gesit. Hasan Al-Banna, dalam merumuskan masalah ini pernah menyimpulkan bahwa gerakan da’wah ikhwanul muslimin tegak diatas dasar “pengorganisasian yang rapi, iman yang teguh, dan jihad yang lestari”.
Faktor utama Ikhwanul Muslimin selalu mengutamakan organisasi yang mempunyai peraturan dan pengorganisasian yang rapi:
1.       Menjadi syarat terpenting untuk menjayakan cita-cita perjuangan organisasi manapun.
2.       Islam telah mewajibkan kepada ummatnya supaya teratur dalam segala hal untuk mencapai posisi yang lebih sempurna dan berguna.
Tujuan pengangkatan seorang ketua atau amir dalam suatu organisasi atau jama’ah bukan semata-mata sebagai lambang, tetapi bertujuan untuk mencapai tujuan organisasi dan memudahkan jama’ah dalam bergerak dan bertindak melakukan aktivitas islami.
“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam hal kemaksiatan kepada Allah.” (Al-Hadits)
“Apabila seorang hakim berijtihad, maka apabila ijtihadnya benar dan tepat maka baginya dua pahala, tapi apabila salah, maka baginya satu pahala saja.” (Al-Hadits)
Sebagai manifestasi ciri-ciri pengorganisasian yang paling jelas dan perlu mendapat perhatian yaitu:
  1. Bekerja keras, serius, gigih dan potensial dalam menjalankan seluruh tugas gerakan. 
  2. Manajemen yang rapi dan sistematik , serta disiplin yang tinggi ala militer. 
  3. Petunjuk pelaksanaan kerja yang jelas. 
  4. Pembagian tanggung jawab yang jelas bagi masing-masing pimpinan, 
  5. Menentukan sistem komunikasi anggota dan pimpinan yang bertanggung jawab di masing-masing peringkat kepemimpinan. 
  6. Komitmen penuh dengan apa yang telah ditetapkan oleh jamaah melalui pihak-pihak yng bertanggung jawab terhadapnya. 
Ketentuan, ciri-ciri,prinsip dasar dan sistem gerakan.
  1. Wasilah dakwah Tidak boleh bertentangan dengan hukum islam. 
  2. Marhalah dakwah Adalah kerangka dasar dan startegi jama’ah dengan melalui pengkajian yang mendalam tentang sejauh mana kekuatan dan kemampuan jamaah. 
  3. Maudhu’ dakwah (tema dakwah) Tema atau maudhu’ da’wah adalah mengenai totalitas ajaran islam. Diantara yan terpenting ialah yang menyangkut keimanan kepada Allah, Rasulullah (yang meliputi segala perbuatan, perkataan dan ketetapannya) dan beriman kepada hari akhir.
  4. Kaifiyat dakwah (metode pendekatan dakwah). Baik berupa Dakwah fardiyah dan pendekatan pribadi. Penyampaian buku-buku. Ceramah-ceramah Berkomunikasi dengan ahli ibadah maupun Akhlaq da’i 
Amal Jama’i akan mendatangkan hasil serta dapat mencapai tujuan dan cita-citanya apabila kegiatannya kontinu. Kegiatan kontinu menjadi syarat penting sebelum jamah dapat mencapai tujuannya. Agar amal jama’i bersifat kontinu maka organisasi tersebut harus memiliki kemantapan organisasi yang ditentukan oleh:
  1. Gerakan bersama yang kontinu bergantung pada keutuhan dan kemantapan organisasi tanpa ada keretakan dan perpecahan. 
  2. Gerakan bersama dapat kontinu apabila mampu mempertahankan semangat anggotanya ke tahap yang paling tinggi dan kuat. 
  3. Persatuan, disiplin, serta ketahanan anggota merupakan faktor terpenting bagi kontinuitas gerakan bersama. Persoalan terakhir yaitu cara menjaga persatuan, keutuhan organisasi, melestarikannya
Adapun Faktor-Faktor yang mempengaruhi ketahanan amal jama’i adalah:
  1. Adanya keyakinan pertolongan dari Allah agar ketahanan organisasi tetap terjaga walaupun susah. 
  2. Jika ada bencana, dan sudah diketahui dengan pasti sumber bencananya, maka harus selalu waspada dan mengambil langkah-langkah pengamanan, serta dengan cepat memberantas sumber bencana sebelum menular.

Kamis, 23 Juni 2016

Makna Kemenangan Puasa Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh ummat islam. Di akhir ramadhan, kita sering menyebutnya sebagai hari kemenangan.

Apa sih makna kemenangan puasa dalam islam? Coba kita lihat dari dalil puasa.

Dalam Al-Quran,

"Wahai orang2 beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan pula atas orang2 sebelummu agar kamu bertaqwa."
(QS. Al-Baqarah: 183)

Dan hadits,

"Barangsiapa yang berpuasa di bulan ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap ridha allah, Allah akan ampuni dosa2nya yang telah lalu". (HR. Bukhari & Muslim)

Beralih sejenak, di kampus setiap tahunnya pasti ada agenda Pelatihan, seperti PKMJ, Muslim Fighter, dll.

Nah, puasa ini ibarat sebuah Pelatihan. Di awal sambutan biasanya Ketua Pelaksana memberi tahu apa tujuan akhir dari Pelatihan ini, misalnya agar menjadi pemimpin yang tangguh dan di akhir mendapat sertifikat telah lulus pelatihan dengan nilai A, B, C, dsb.

Seperti halnya Allah SWT memanggil kepada orang2 beriman, yaitu orang2 yang pernah mendaftarkan diri menjadi muslim melalui syahadat atau didaftarkan orang tuanya menjadi muslim sejak lahir untuk mengikuti Pelatihan yang dinamakan Ash-Shiyaam (Puasa)

Adapun tujuan akhir dari Pelatihan ini jelas tercantum yaitu la'allakum tattaqun, agar orang2 beriman itu menjadi bertaqwa.

Lantas apa untungnya menjadi orang bertaqwa?

Dalam QS. Al-Hujurat ayat 13 Allah berfirman

Inna akramakum 'indallahi atqakum

"Sesungguhnya yang PALING mulia di sisi Allah adalah yang PALING bertaqwa di antara kamu."

Bukan mulia ajah loh, tapi mulia banget karena menggunakan kata "paling".

Jadi sejatinya kita mengikuti pelatihan ini untuk mencapai suatu kesuksesan yaitu menjadi orang yang paling mulia di hadapan Allah..

Bulan Ramadhan ini menjadi momen kita untuk memuliakan diri di hadapan Allah SWT.

Tapi sayangnya.. Rasulullah bersabda

“Berapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja.” (HR. Ibnu Majah)

Jadi, banyak orang kehilangan pahala puasa, karena ibarat ikut Pelatihan, tetapi tidak ikut materi, sepanjang hari tidur2an saja, tugas2 Pelatihan pun tidak dikerjakan. Akhirnya, mustahil dia lulus dari Pelatihan itu.

Sama halnya seperti puasa. Bagaimana kita ingin mendapatkan ampunan Allah, bagaimana ingin mendapat gelar taqwa, bagaimana ingin jadi yang paling mulia di sisi Allah. Jikalau selama puasa kita masih bermaksiat, menyia-nyiakan waktu, atau tidur saja sepanjang hari, tidak memanfaatkan dengan memperbanyak ibadah.

Dan sesungguhnya kemenangan dari puasa bukanlah di waktu maghrib atau di hari raya, tetapi di 11 bulan berikutnya, karena gelar taqwa itu justru sebuah amanah. Dan yang benar2 menang adalah yang istiqomah.

Banyak orang yang merasa menang ketika idul fitri, tetapi beberapa hari setelahnya mengulangi perbuatan2 buruk di masa lalu. Na'udzubillahi min dzalik.

Kalau setelah ramadhan maksiat itu berkurang atau bahkan hilang selamanya, disitulah kita menang. Namun jika sebaliknya, maka kita telah kalah.

Jadi kesimpulannya, arti kemenangan yang sesungguhnya pada bulan Ramadhan ini menurut saya adalah ketika kita berhasil meraih prestasi dalam:

1. Menyambut seruan Allah
2. Berhasil menahan hawa nafsu, lapar, dahaga, dan yang membatalkan puasa
3. Mengambil banyak manfaat dari puasa
3. Memperbanyak ibadah
4. Diampuni dosa2nya yang telah lalu
5. Mendapatkan gelar taqwa
6. Menjadi yang paling mulia di sisi Allah
7. Mempertahankan kemuliaan di 11 bulan berikutnya.

Semoga Allah menjaga kita semua dari perbuatan-perbuatan yang dibenci Allah dan istiqomahkan kita sampai ajal menjemput. Sehingga kita benar-benar menang dan menjadi pribadi yang bertaqwa. Aamiin.

Wallahu a'lam bishshawab..

-Mujahid Robbani Sholahudin-

Rabu, 11 Mei 2016

ISLAM, PENDIDIKAN DAN PERADABAN

ISLAM, PENDIDIKAN DAN PERADABAN
Oleh: Mujahid Robbani Sholahudin


Bulan Mei merupakan bulan yang penting bagi para guru, dosen, pelajar dan mahasiswa, karena di dalamnya terdapat peringatan hari pendidikan nasional pada tanggal 2 Mei.

Sebagai seorang muslim yang telah terwarnai dengan kesempurnaan islam, sudah selayaknya kita menimbang segala persoalan dengan timbangan islam. Begitu pula halnya dengan pendidikan. Seperti apa pentingnya pendidikan dalam Islam?

Menengok pada sejarah turunnya wahyu kepada Rasulullah SAW, wahyu pertama yang turun adalah QS. Al-'Alaq. Uniknya, wahyu pertama ini berisikan perintah "Bacalah". Padahal Rasulullah SAW tidak bisa membaca.
Tidak hanya sampai disitu, bahkan wahyu kedua yang turun adalah QS. Al-Qalam yang berbunyi "Nun. Demi pena dan apa yang dituliskannya." Tentunya ini menjadi isyarat bagi kita betapa pentingnya pendidikan dalam islam. Seperti yang telah kita ketahui bahwa membaca dan menulis merupakan budaya pendidikan yang saat ini banyak dilupakan oleh mahasiswa.

Pendidikan adalah kunci peradaban. Pendidikanlah yang membawa bangsa Arab yang jahiliyah menuju pada puncak peradaban tertinggi pada masanya yang disebut dengan Zaman Keemasan Islam.

Sayangnya, buku sejarah kita memulai kisah peradaban tepat setelah kejayaan islam runtuh, sehingga ummat islam kehilangan masa lalu yang gemilang. Ingatlah Al-Khawarizmi yang berperan penting dalam pengembangan matematika dan algoritma. Ingatlah Ibnu Sina yang menjadi bapak kedokteran dunia. Ingatlah Ibnu Rusydi, Al-Biruni, Ar-Razi, Al-Jabar, dan banyak lagi cendekiawan muslim yang menjadi dasar pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia. Lalu mengapa ummat islam mengalami kemunduran?

Tentu saja karena kita telah jauh dari pedoman hidup kita. Sebagaimana sebuah Software yang kehilangan ReadMe. Kita sedikit demi sedikit kehilangan warna Islam dalam hati, akal, dan jasad kita.

Dalam hal ini mengenai pendidikan khususnya di Indonesia, kita disibukkan dengan sistem yang begitu rumit tanpa menengok keberhasilan pendidikan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, para sahabat, tabi'in, tabi'ut tabi'in, serta para ulama.
Begitu ironisnya konsep "menuntut ilmu" telah berganti menjadi "menunggu ilmu" di bangku-bangku kelas.

Pada akhirnya, kita sebagai mahasiswa harus serius dalam menjalankan fungsi mahasiswa.
Jadilah kita pemuda-pemudi yang siap memimpin masa depan kembali pada masa kejayaan Islam. Jadilah kita pemuda-pemudi yang mempunyai semangat mengubah peradaban menjadi lebih baik dengan pendidikan. Jadilah kita pemuda-pemudi yang siap mengabdi untuk masyarakat.

Semoga goresan keyboard ini bisa sedikit mencerahkan kita semua. Menyadarkan bahwa Islam pernah berjaya menguasai 2/3 dunia karena pendidikan. Kembalilah kita kepada pedoman dan teladan hidup kita, yaitu Al-Quran dan Rasulullah SAW. Banggalah kita akan kesempurnaan islam yang mengatur segala aspek kehidupan, khususnya pendidikan. Dan yakinlah bahwa sejatinya masa depan adalah milik kita. Wallahu a'lam.

Selasa, 10 Mei 2016

RESUME PAM 1 (5 Mei 2016)

Materi 1: Keadvokasian Kampus
Pemateri: Nasrullah Nasution

Advokasi menurut KBBI adalah pembelaan, penggagas. Advokasi adalah aksi strategis yang ditujukan untuk menciptakan kebijakan publik untuk menolong kaum yang lemah / ketidakadilan.

Ada empat arah advokasi:
1. Membela (Defend)
2. Mengubah (Change)
3. Memajukan (Promote)
4. Menciptakan (Create)

Mengapa kita harus mengadvokasi? Karena sesungguhnya setiap manusia memiliki Hak Asasi Manusia, yaitu hak yang melekat pada diri manusia agar hidup manusiawi. Ketika Hak Asasi Manusia dilanggar oleh orang lain, kita sebagai mahasiswa harus mengadvokasi (melakukan pembelaan), karena seharusnya setiap gerakan mahasiswa adalah gerakan advokasi dengan berpegang pada prinsip idealisme mahasiswa dan hukum yang berlaku di sekitar.

Macam-macam Advokasi:
1. Advokasi Litigasi (Pendampingan, Pembelaan)
2. Advokasi Non Litigasi (Pendidikan, Penelitian, Penyuluhan, Kampanye)
3. Advokasi Extra Litigasi (Judicial Review)

Advokasi muncul karena adanya kesewenang-wenangan, ketidakadilan, dan orang2 yang tidak berdaya. Advokasi yang baik harus berorientasi pada kepentingan publik, bukan kepentingan pribadi. Advokasi juga harus bernilai edukasi, tidak menjuluki korban, tidak memonopoli kaum elite, dan harus menjadi sarana untuk berjuang.


Materi 2: Teknik Investigasi dan Negosiasi
Pemateri: Hari Kurniawan

Negosiasi merupakan bentuk advokasi non litigasi.

Ada tiga poin:
1. Tindakan (Penyelidikan, Penyidikan)
2. Cara (Mencatat, Merekam, Meninjau)
3. Tujuan (Mendapatkan Fakta, Jawaban)

Perbedaan Negosiasi dan Lobbying
Negosiasi -> Formal
Lobbying -> Non Formal

Agar negosiasi/lobbying berjalan secara efektif dan efisien, sebelum melakukan negosiasi/lobbying, lakukan persiapan yang matang dengan data fakta, peristiwa, dan bukti. Siapkan strategi dan analisis SWOT. Kunci dari negosiasi/lobbying adalah temui orang yang dapat mengubah kebijakan.

Tulisan ini terinspirasi dari Rakha Ramadhana (Kel. 4)

Kamis, 31 Desember 2015

Biografi Tokoh Aktivis UNJ (Zarqony Alwy Ahmad)



Zarqony Alwy Ahmad
(Ketua LDK Salim UNJ 2015)



Beliau adalah seorang mahasiswa muda berumur 21 tahun bernama Zarqony Alwy Ahmad. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif S1 Pendidikan Tata Boga UNJ. Pria yang mempunyai hobi memasak ini pada tahun 2015 awal diamanahkan sebagai Ketua Lembaga Dakwah Kampus di Universitas Negeri Jakarta yang sering disebut sebagai Salim (Sahabat Muslim).
            Sebagai seorang aktivis kampus, pastinya beliau memiliki track record dalam berorganisasi. Namun uniknya, perjalanan organisasi bang Alwy ini tidak terlalu linier, bahkan cenderung menyeluruh. Karena bang Alwy ini telah mencoba tiga ranah organisasi, yaitu Eksekutif, Legislatif, dan juga Lembaga Dakwah Fakultas dan Universitas. Inilah alasan utama saya mengambil bang Alwy sebagai tokoh aktivis di penugasan beasiswa Laznas BSM bulan Desember ini.
            Di tahun kedua beliau menjabat sebagai Ketua BEM Jurusan Ilmu Kesejahteraan Keluarga, artinya beliau berada di ranah Eksekutif. Lalu di tahun ketiga beliau menjabat sebagai Wakil Ketua FSI Al-Biruni (Lembaga Dakwah Fakultas Teknik) dan sekaligus Anggota Badan Perwakilan Mahasiswa FT, yaitu di ranah Legislatif. Dan di tahun keempat beliau diamanahkan sebagai Ketua LDK Salim UNJ, menjadi seorang aktivis dakwah tulen yang menurut saya komprehensif dalam pengalamannya. Luar biasa.
            Mengapa beliau mengikuti berbagai ranah organisasi, dari Eksekutif, Legislatif, dan Lembaga Dakwah? Tentang ini beliau berpendapat: “Tujuan saya mengikuti organisasi adalah untuk menambah ilmu dan pengalaman, karena terkadang kita dituntut untuk banyak menguasai bidang ilmu dan keahlian. Dan di kampus inilah jalan manusia untuk bernegara dan bersosial.” Inilah yang membuat bang Alwy terus komitmen.
            Lalu bagaimana dengan akademiknya? Biasanya yang sering terjadi adalah aktivis organisasi tidak lancar akademiknya. Namun itu tidak terjadi pada bang Alwy. Beliau tetap seimbang dalam akademik dan organisasi. Bahkan beliau mendapatkan beberapa prestasi seperti usahanya yang bernama I-Chips lolos Program Mahasiswa Wirausaha 2013 dan didanai DIKTI. Lalu beliau juga membuat program Bang Salim, yaitu Bir Pletok yang lolos Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan 2014 dan lagi-lagi didanai oleh DIKTI. Beliau juga punya program Bakulindo, yang juga lolos PKM-K 2014 dan juga didanai DIKTI. Selain itu, beliau juga mantap dalam memasak, dibuktikan dengan meraih Juara 1 Lomba Masak Ikan dalam acara Hari Ulang Tahun TMII ke-39 di tahun 2014. Masya Allah.
            Bagaimana bisa beliau berprestasi di tengah amanah yang ada di pundaknya? Beliau berkata: “Itu dia, skill, aktivitas dan prestasi adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan, ibarat masakan, garam itu adalah prestasi, kompor adalah aktivitas, dan bahan makanan adalah skill. Bayangkan kalau salah satunya tidak ada, maka tidak akan ada yg mau makan atau mendengarkan kita saat kita berkoar didepan umum. Tetapi kalau aspek itu semua terpenuhi, orang lain yang bahkan akan mencari kita. Itulah prinsip yang coba saya terapkan.”
            Beliau berpesan: “Lakukanlah segala aktivitas sekreatif mungkin selama masih punya kekuasaan dan kesempatan, karena apa yang kita lakukan kedepannya pasti akan dilupakan. Meskipun tidak menjadi sebuah kenangan indah untuk orang lain, minimal menjadi kenangan indah untuk diri kita sendiri.”
            Itulah biografi singkat bang Zarqony Alwy Ahmad. Semoga bisa menginspirasi kita dan menambah semangat kita dalam berorganisasi maupun berprestasi. Dan semoga bermanfaat.

Minggu, 17 Mei 2015

PRESS RELEASE PKMUNJ 3

Press Release
PKMUNJ 3
(Mujahid Robbani Sholahudin, Kelompok 10)

 Rangkaian PKMUNJ merupakan rangkaian yang terbilang cukup panjang untuk pelatihan. Terhitung sejak tgl 9 April Pra PKMU hingga 16 Mei Pasca PKMU dengan agenda yang padat. Pada PKMU 3 (Sabtu, 9 Mei 2015) para peserta dikumpulkan dan diajak keliling Kampung Sawah. Hal ini ditujukan agar para peserta melihat kondisi pengabdian, terdapat Aula dan MCK yang kondisinya memprihatinkan, Aula penuh dengan puing-puing, MCK yang rusak dimana-mana, tanah tandus dll yang membuat kurang layak atau bahkan tidak layak digunakan.
 Sebelumnya, masing-masing peserta diminta membawa barang bawaan yang sekiranya dapat dijual. Berangkat dari hasil keliling Kampung Sawah, maka para peserta diinstruksikan untuk mencari uang sebesar 15 juta dibagi ke sepuluh kelompok dengan target sebesar 1,5 juta. Peserta bisa menjual barang yang mereka bawa atau meminta sumbangan.Dimulai dari pukul 14.30 hingga pukul 18.00. Maka para peserta langsung menyebar untuk mencari dana dengan cara mereka masing-masing.
 Berkumpullah kembali para peserta PKMU di musholla untuk evaluasi. Terkumpul uang sebesar 12 juta yang disetor oleh seluruh kelompok. Masih kurang 3 juta. Maka kelompok yang belum mencapai target diminta untuk mencari lagi keesokan hari. Diberitahukan oleh panitia bahwa PKMU 3 berlangsung selama satu pekan penuh setiap harinya. Target pengabdian untuk peserta laki-laki adalah pembuatan Aula, perbaikan MCK, penghijauan, dan penghiasan musholla. Sedangkan target pengabdian untuk peserta perempuan adalah mengajar anak-anak dengan tingkatan PAUD hingga SD kelas 6, juga persiapan lomba dan pentas seni di penutupan PKMU.
 Awalnya para peserta laki-laki bingung apa yang harus dilakukan, namun setelah diajarkan dan dibantu oleh warga akhirnya para peserta mengerti dan mampu bekerjasama dengan warga. Di akhir hari selalu ada evaluasi yang dipimpin oleh panitia untuk melaporkan progress pengabdian dan mempersiapkan pengabdian untuk keesokan harinya.
 Hingga tiba pada hari terakhir (Sabtu, 16 Mei 2015), target pengabdian telah rampung dan penampilan dari anak-anak warga telah ditampilkan. Pentas Seni dilakukan di Aula yang sudah jadi dan indah. Setelah itu para warga berkumpul bersama di aula dan para panita menutup agenda ini dengan ramah.

Sabtu, 09 Mei 2015

Public Hearing Kepada Petugas Niaga Parking UNJ



Public Hearing
Kepada Petugas Niaga Parking UNJ

Saya Mujahid Robbani Sholahudin (PTIK TE FT UNJ'13), Kelompok 13, ditugaskan oleh panitia Pelatihan Advokasi Mahasiswa (PAM) UNJ 2015 untuk melakukan Public Hearing dari profesi yang ada di UNJ untuk menggali isu dalam kampus. Pada public hearing ini saya memilih untuk mewawancarai Petugas Niaga Parking. Wawancara dilakukan di Parkiran Daksinapati (Depan) pada hari Sabtu pukul 20.30.
Narasumber adalah bapak Rawi, beliau adalah leader (pemimpin) petugas parkir di UNJ. Saat itu beliau sedang berkeliling mengecek kondisi para petugas parkir yang lain. Bapak Rawi sekarang berumur 36 tahun dan tinggal di daerah Cipinang. Beliau kurang lebih baru satu tahun bekerja di Niaga Parking sebelum dahulunya bekerja sebagai tukang buah.
Niaga Parking adalah perusahaan layanan parkir otomatis milik swasta yang baru berkerjasama dengan birokrasi kampus sekitar satu tahun lebih. Di umur yang masih cenderung baru ini, Niaga Parking kerap menghadapi berbagai masalah. Pegawai di Niaga Parking adalah campuran antara pegawai lama yang dahulu bekerja sebelum adanya Niaga Parking dan pegawai baru yang direkrut setelah Niaga Parking terbentuk. Niaga Parking memberikan gaji yang berbeda-beda sesuai tingkat jabatan dan usia kerja. Dalam hal ini, pak Rawi mendapat gaji satu jutaan.
Niaga Parking untuk motor dibagi menjadi dua wilayah, yaitu wilayah depan (Daksinapati) dan belakang (Pemuda), masing-masing memiliki staff tetap yang berjaga disana. Niaga Parking beroperasi setiap hari 24 jam, dengan sistem gantian. Dalam bekerja, para pegawai mengaku cukup nyaman akan lingkungan dan rekan kerja yang asik. Membuat mereka bekerja dengan senang hati.
Diskusi kami cukup santai namun berbobot. Saya menanyakan tentang isu-isu serta masalah di kampus UNJ, terutama yang berkaitan dengan parkir. Beliau menceritakan bahwa ada beberapa masalah yang sering terjadi di parkiran. Pertama, masalah kehilangan helm di parkiran. Kedua, masalah kerusakan alat parkir otomatis. Ketiga, masalah kehilangan barang atau kunci motor di parkiran.
Pada isu pertama, di UNJ cukupsering terjadi kehilangan helm di parkiran. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran mahasiswa untuk menitipkan helmnya di tempat penitipan helm. Padahal penitipan cukup murah dan berasuransi, hanya memberikan Rp1000. Dan petugas mengatakan bahkan tidak dibayar pun tidak masalah. Jika hilang ketika sudah menitipkan, maka petugas akan mengganti helm yang hilang.
Sering juga kasus orang yang meminjam helm temannya. Walaupun sudah komunikasi dengan temannya, tetap saja petugas parkir tidak tahu dan pasti akan curiga. Karena bisa saja yang membawa helm itu hanya berpura-pura mengaku mahasiswa yang meminjam helm temannya. Akhirnya petugas pernah menangkap maling helm dan dibawa ke Polsek.
            Pada isu kedua, seringkali kita temukan bahwa alat palang parkir otomatis rusak dan tidak berfungsi, sehingga menghambat masuknya mahasiswa ke dalam parkiran. Pak Rawi menjelaskan, masalah kerusakan alat itu adalah hal yang wajar, karena alat itu juga buatan manusia. Oleh karena itu, selalu ada petugas yang berjaga mengawasi agar ketika terjadi kerusakan bisa dengan segera ditangani.
            Pada isu ketiga, masalah kehilangan barang atau kunci motor di parkiran. Pak Rawi menjelaskan bahwa para petugas parkir hanya bertugas untuk menjaga motor dan helmnya. Adapun untuk barang-barang, pihak Niaga Parking telah memberi peringatan yang tertulis di karcis parkir bahwa jangan tinggalkan barang bawaan. Karena petugas pasti tidak mungkin bisa mengawasi keseluruhan barang yang ada di semua motor.
            Terakhir, diingatkan kepada para mahasiswa untuk meningkatkan kesadarannya untuk bisa bekerjasama dengan pihak Niaga Parking. Contohnya, menaruh motor sesuai tempat dan garis yang disediakan, tidak menghalangi jalan, tidak mengunci stang jika menaruh di tempat yang tidak sesuai, menitipkan helm ke tempat yang sudah disediakan, dan tidak meninggalkan barang bawaan di motor.
            Terkadang kita hanya bisa menyalahkan dan tidak peduli apa yang sebenarnya terjadi. Padahal apabila kita sadar dan peduli, akan ada kerjasama yang baik antara mahasiswa dan pihak Niaga Parking. Sekian dari wawancara yang saya lakukan. Semoga dapat memberikan pencerahan dan bermanfaat untuk para mahasiswa.